ActressNotes.com – Sitha Marino, nama yang mungkin mulai familiar di industri hiburan Tanah Air, ternyata memiliki latar belakang yang tak kalah menarik dari kiprahnya sebagai aktris dan penyanyi. Dikenal sebagai adik kandung dari aktris populer Putri Marino, Sitha ternyata juga seorang atlet bola basket berbakat. Perpaduan darah Italia dari sang ayah, Francesco Marino, dan Indonesia, tepatnya Bali, dari sang ibu, Marianna Rupadmi, membentuk sosoknya yang multitalenta.
Kehidupan Sitha Marino memang penuh warna. Di usianya yang masih terbilang muda, ia telah menorehkan jejak di berbagai bidang. Bukan hanya mengasah kemampuan akting dan bernyanyi, Sitha juga aktif sebagai seorang atlet bola basket. Kecintaannya pada olahraga bola keranjang ini berawal dari kegiatan ekstrakurikuler yang ia jalani sejak bangku sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa Sitha adalah pribadi yang tidak hanya fokus pada satu bidang, melainkan berani mengeksplorasi potensi dirinya secara menyeluruh.
Profil dan Biodata Lengkap Sitha Marino
- Nama lengkap: Ni Komang Sitha Dewi Marino
- Nama populer: Sitha Marino
- Nama panggilan: Sitha
- Tempat dan tanggal lahir: Denpasar Bali, 26 Agustus 1999
- Usia: 22 tahun
- Agama: Kristen
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Keturunan: Italia-Indonesia
- Nama ayah: Francesco Marino
- Nama ibu: Marianna Rupadmi
- Nama saudara: Selly Ambar Marino (kakak kandung), Putri Marino (kakak kandung)
- Nama ipar: Chicco Jerikho (kakak ipar- suami Putri Marino)
- Pendidikan: SMP-SMA Soverdi Schools Tuban Bali, Universitas Pelita Harapan
- Hobi: Bermain basket
- Profesi: Atlet bola basket, aktris, dan penyanyi
- Tahun aktif: Sejak tahun 2016 sampai sekarang
- Akun instagram: @sithamarino
Biografi Sitha Marino
Jauh sebelum namanya dikenal sebagai seorang aktris dan penyanyi, Sitha Marino telah lebih dulu membangun reputasi sebagai atlet bola basket yang patut diperhitungkan. Sejak masa sekolah, bakat alaminya dalam olahraga ini sudah terlihat jelas. Ia bahkan pernah mewakili sekolahnya dalam kompetisi bergengsi ‘Honda DBL Bali Series’ selama dua musim berturut-turut, yaitu pada tahun 2015 dan 2016. Prestasi gemilangnya ini membawanya terpilih menjadi bagian dari tim Honda DBL All-Star.
Berkat pencapaiannya di dunia basket, Sitha mendapatkan kesempatan emas berupa beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pelita Harapan. Di lingkungan kampus inilah, melalui seorang seniornya, Sitha diperkenalkan dengan klub bola basket ternama, Sahabat Semarang. Bersama tim ini, ia turut serta dalam ajang Srikandi Cup yang diadakan di Makassar pada tahun 2017 dan 2018. Perjalanan karier basketnya berlanjut ketika ia bergabung dengan tim RMHC Indonesia pada tahun 2019. Momen ini menjadi sangat spesial karena partisipasinya dalam rangka mendukung kegiatan penggalangan dana untuk pembangunan Ronald McDonald House di Bali, yang dilakukan melalui keikutsertaannya dalam New York Marathon 2019.
Dedikasi dan kemampuannya di bidang bola basket tidak hanya berhenti pada partisipasi dalam tim. Sitha Marino juga berhasil meraih penghargaan Individual Awards Season 6 Liga Mahasiswa dalam kategori Putri, meraih predikat Top Block. Setelah meraih kesuksesan di ranah olahraga, Sitha memutuskan untuk merambah dunia seni peran. Debutnya di industri akting dimulai pada tahun 2020 melalui serial web berjudul ‘Jenuh’, di mana ia memerankan karakter bernama Fira. Serial web perdananya ini disiarkan melalui kanal YouTube ‘Kite Entertainment’, menandai langkah awal Sitha dalam meniti karier di dunia hiburan.
Tidak hanya berakting, Sitha juga menunjukkan bakatnya dalam dunia tarik suara. Ia dipercaya untuk menyanyikan lagu yang kemudian menjadi soundtrack film ‘Melankolia’. Pada tahun 2021, kiprah Sitha di dunia sinetron semakin bersinar dengan membintangi dua judul sekaligus. Ia tampil sebagai Tiana Pratama dalam sinetron ‘Keajaiban Cinta’ dan memerankan karakter Michelle Laurencia Hermawan dalam sinetron ‘IPA & IPS’. Kehadirannya di berbagai proyek ini membuktikan bahwa Sitha Marino adalah sosok artis muda yang serbabisa dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Foto Sitha Marino





