ActressNotes.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari mantan personel JKT48, Gabriella Stevany. Sosok yang akrab disapa Vany ini baru saja membagikan pengalaman traumatis yang dialaminya saat tengah menempuh pendidikan di Manado.
Melalui utas yang diunggah di akun Twitter pribadinya, @gabstevany, ia menceritakan kronologi pelecehan seksual yang menimpanya. Insiden tersebut terjadi di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, yakni di area indekos, saat ia sedang bersiap untuk beraktivitas.
Vany mengungkapkan bahwa peristiwa memilukan itu bermula pada 28 September 2022 pagi hari. Saat itu, sekitar pukul 07.00 waktu setempat, ia hendak mandi sebelum berangkat kuliah. Vany sempat menyadari adanya cahaya lampu dari arah ventilasi kamar mandinya.

Kecurigaan Vany memuncak sesaat setelah ia selesai mandi. Ketika ia kembali memperhatikan lubang ventilasi tersebut, lampu yang sebelumnya menyala kini telah padam. Di saat bersamaan, ia mendapati sebuah ponsel yang sengaja diarahkan ke dalam kamar mandinya melalui celah ventilasi tersebut.
Dalam kondisi panik dan ketakutan, Vany segera menghubungi rekannya, Liya, untuk meminta bantuan. Mereka pun bergegas menemui pemilik indekos untuk mengecek rekaman CCTV. Sayangnya, upaya tersebut menemui jalan buntu karena kamera pengawas di lokasi ternyata tidak berfungsi saat kejadian berlangsung.
Meski dalam kondisi terguncang, Vany tetap berusaha profesional dengan mengikuti ujian di kampusnya. Setelah urusan akademis selesai, ia memilih untuk menenangkan diri di kamar rekannya. Tak lama berselang, titik terang mengenai sosok pelaku pun muncul setelah ia mendapatkan informasi dari pihak lain.
Vany mengungkapkan bahwa ia sempat menerima pesan dari seorang wanita yang mengaku sebagai istri dari pelaku. Istri pelaku membenarkan perbuatan suaminya dan menyampaikan permohonan maaf. Mirisnya, pelaku diketahui merupakan keponakan dari pemilik indekos tempat Vany tinggal.
Menanggapi hal tersebut, Vany bersikap tegas. Ia menuntut pertanggungjawaban penuh dari pelaku atas tindakan pelecehan yang dilakukan. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Vany menyatakan kesiapannya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Kejadian yang menimpa Vany ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada di mana pun berada. Pelecehan seksual adalah tindakan serius yang tidak boleh dibiarkan. Bagi siapa pun yang mengalami atau menyaksikan kejadian serupa, jangan ragu untuk berani bersuara dan segera melapor kepada pihak berwajib.
Mari kita dukung Vany agar bisa segera pulih dari trauma yang dialami. Semoga keadilan dapat ditegakkan dan pelaku mendapatkan ganjaran yang sesuai dengan perbuatannya.




